Bukan Fintech Syariah, Waspadai Fintech Ilegal!

Anda wajib mewaspadai adanya pembiayaan ilegal agar tidak terjebak. Fintech syariah telah menyedot keuntungan sebanyak Rp5 miliar. Keuntungan tersebut telah diperoleh selama setahun beroperasi dalam pinjaman online.

Modus Fintech OJK Ilegal Barracuda Fintech Indonesia

Berbentuk platform, Barracuda Fintech Indonesia sudah berganti nama aplikasi sebanyak 15 kali. Menggunakan modus tersebut, platform ini telah mengumpulkan sebanyak 500 ribu nasabah. Nasabah terdiri dari kalangan kelas menengah ke bawah dengan nilai pinjaman berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp2,5 juta.

Adapun saat dilakukan proses penggerebekan, platform tersebut bernama Kascash dan Tokotunai. Aplikasi ini telah berhasil menyalurkan dana pinjaman kepada nasabah sebanyak Rp78 miliar.

Mekanisme Barracuda Fintech

Dari uang administrasi saja, mereka sudah mendapatkan Rp25 miliar. Jumlah tersebut berasal dari potongan kepada para nasabah.

Tidak hanya memiliki satu platform saja, melainkan ada beberapa lagi. Perusahaan pembiayaan ini mampu mengumpulkan keuntungan lain dari dana pengembalian sebanyak Rp13 miliar.

Sehingga telah ada keuntungan Rp1 miliar dan ditambahkan lagi dengan administrasi mencapai Rp5 miliar. Pada dasarnya tidak ada bunga setiap pinjaman. Namun, mereka mengambil keuntungan dari potongan biaya administrasi yang sangat tinggi.

Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penggerebekan kantor dari platform tersebut. Telah menetapkan 5 orang tersangka, 3 orang diantaranya merupakan warga negara China. Warga negara asing tersebut menetap menggunakan visa kunjungan dan visa kerja.

Fintech syariah yang ilegal telah berhasil ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.