Siklus Hidup Dan Ciri-Ciri Belalang Hijau

Belalang hijau bernama Oxya serville, salah satu spesies serangga yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain Indonesia, ditemukan di Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Vietnam, Cina dan Jepang. Ia dikenal sebagai hewan polifag yang memakan berbagai jenis tumbuhan karena makanannya yang bervariasi.

Melimpahnya hama ini menjadikan wereng hijau sebagai salah satu hama penting dalam budidaya padi. Serangga ini mudah ditemukan di persawahan.

Padi bukan satu-satunya sasaran hama ini. Ini juga menyerang pohon apel, brokoli, kacang-kacangan, pohon kakao, jeruk, kapas, dan banyak tanaman lainnya. Pada tanaman jagung, larva memakan daun dari bagian tepinya hingga hanya tersisa batangnya. Hal ini merugikan petani yang menanam tanaman tersebut.

Selain merugikan kesehatan manusia, ulat hijau juga merupakan salah satu hewan yang memiliki prospek menjanjikan sebagai sumber pangan alternatif karena kandungan proteinnya yang tinggi. Di negara lain, sudah banyak orang yang membudidayakan ulat hijau untuk menjadi sumber makanan bagi manusia.

Meskipun entomophagy mendapat reputasi buruk di masa lalu, ada banyak yang masih menikmati makan serangga.

Klasifikasi

Seperti yang saya sebutkan di atas, nama latin dari belalang hijau adalah Oxya serville. Merupakan salah satu serangga dalam ordo Orthoptera dan famili Acrididae..

Ordo Orthoptera mencakup berbagai spesies serangga yang menghasilkan suara dengan menggosokkan sayap atau kaki belakangnya. Ciri lain dari ordo ini adalah tubuhnya yang silindris dengan kaki belakang yang panjang untuk melompat.

Selain itu, semua anggotanya adalah herbivora dengan tipe mulut menggigit dan mengunyah.

Famili belalang yang disebut Carabidae merupakan salah satu famili belalang terbesar dengan hampir 11.000 spesies tersebar di seluruh dunia. Mereka dicirikan oleh antena pendek tapi kokoh. Selain itu, ada tympana di sisi segmen perut pertama.

Klasifikasi lengkap belalang hijau adalah sebagai berikut:

Kerajaan: Animalia

Super Ordo : Orthopterida

Filum : Arthropoda

Kelas : Serangga

Ordo : Orthoptera

Sub ordo : Caelifera

Genus : Oxya

Spesies : Oxya serville

Keluarga super : Acridoidea

Famili : Acrididae

Ciri-Ciri Belalang Hijau

Belalang daun hijau memiliki morfologi anggota famili Acrididae lainnya. Tubuhnya terdiri dari tiga bagian: kepala (caput), dada (thoraks) dan perut (abdomen). Di kepalanya, ia memiliki antena pendek yang berfungsi sebagai mekanosensor dan kemosensor.

Serangga memiliki mata majemuk dengan tiga oselus. Mulutnya terdiri dari tiga pasang pelengkap, yaitu mandibula, maksila, dan labium.

Belalang hijau adalah serangga unik dengan dua jenis organ gerak. Mereka adalah sayap dan kaki. Sayap melekat pada ruas toraks kedua (mesothorax) dan ruas toraks ketiga (metathorax). Kaki terletak di setiap segmen dada, dan setiap pasang kaki belakang telah dimodifikasi untuk melompat.

Segmen perut dan dada kupu-kupu adalah rumah bagi lubang spirakel, yang digunakan oleh serangga ini untuk bernafas. Spirakel adalah bagian dari sistem pernapasan, yang disebut trakea.

Laba-laba memasuki tubuh Anda melalui spirakel. Kemudian mereka bergerak melalui trakea dan tenggorokan, menyebar ke setiap bagian tubuh hingga mencapai jaringan ikat. Pada jaringan ikat terjadi pertukaran gas. Proses ini dibantu oleh sistem peredaran darah.

Selain ciri-ciri umum yang disebutkan di atas, belalang hijau memiliki morfologi khusus:

Belalang memiliki tubuh hijau, tetapi beberapa bisa berwarna cokelat. Yang paling menonjol adalah yang lebih tua. Ada belang di tengah tubuhnya yang berwarna hijau terang, dan ada juga belang berwarna cokelat di bagian samping tubuhnya dari mata hingga sayap depannya.

Kaki belakang belalang berwarna hijau dan kuning. Belalang jantan memiliki panjang 18 – 34 mm, dan betina 21 – 38 mm. Panjang rata-rata belalang betina adalah 35 mm dan jantan adalah 32 mm.

Perbedaan antara kalajengking betina dan kalajengking jantan terlihat pada bagian perutnya. Kalajengking betina memiliki perut yang bulat, sedangkan kalajengking jantan memiliki perut yang rata.

Siklus Hidup Belalang Hijau

Seperti jenis grasshopper atau belalang lainnya, belalang hijau tumbuh dengan bertelur. Ini bertelur dalam satu batch, biasanya menghasilkan sekitar 23 hingga 28 telur. Telurnya berwarna kuning pucat dengan panjang 4,5 mm dan lebar 0,9 mm Dia akan bertelur di daun dengan memasukkan ovipositornya ke dalam jaringan daun.

Siklus hidup belalang hijau berlangsung sekitar lima sampai tujuh bulan. Telur akan menetas setelah enam minggu. Kemudian, serangga akan memasuki tahap nimfa, yang berlangsung selama enam sampai 10 minggu dan disusul dengan tahap dewasa (imago) yang berlangsung selama delapan sampai 12 minggu.

Leave a Comment