Penyimpanan Biji Bebas Kutu di Gudang

 

Penyimpanan biji – Biji yang disimpan di gudang memiliki potensi kerusakan yang besar akibat adanya hama yang masuk ke gudang. Hama yang paling sering ditemui di gudang adalah kutu terbang.

Penyimpanan biji di gudang harus betul-betul memperhatikan prosedur penyimpanan yang baik untuk menghindari kerugian akibat kerusakan mutu akibat hama kutu. Berikut ini adalah informasi untuk melakukan penyimpanan biji di gudang yang aman untuk mencegah kutu (Grain seed protection).

Sanitasi

Langkah pertama untuk melakukan perlindungan biji yang disimpan di gudang agar terhindar dari kutu yaitu dengan cara melakukan sanitasi yang baik. Sanitasi akan membuat gudang menjadi lebih bersih dan meminimalisir kemunculan kutu.

Lingkungan yang kotor akan mengundang kutu untuk datang dan membuat sarangnya. Sanitasi gudang harus dilakukan dengan teliti dan menyeluruh. Pastikan sanitasi dilakukan ke seluruh area gudang hingga ke celah-celah yang sulit dijangkau dan berpotensi dijadikan sarang oleh kutu.

Sanitasi gudang harus dilakukan sebelum dan setelah proses penyimpanan. Jika gudang selesai digunakan untuk menyimpan biji dan akan diisi dengan biji yang baru, maka harus terlebih dahulu disanitasi untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang berpotensi untuk memunculkan kutu atau hama masuk ke gudang.

Perbaikan gudang

Langkah kedua dari perlindungan biji yang disimpan di gudang yaitu dengan mengecek kondisi gudang yang digunakan apakah dalam kondisi yang baik dan layak pakai.

Gudang harus selalu dalam kondisi baik agar dapat menyimpan biji secara aman dan terhindar dari potensi serangan hama seperti kutu khususnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan terhadap kondisi gudang untuk mengetahui apakah ada kerusakan atau hal yang perlu diperbaiki.

Bagian gudang yang sering mengalami kerusakan adalah bagian atap, cerobong asap, saluran pipa air, wadah atau rak penyimpanan gudang, jendela, saluran ventilasi, dan lantai gudang.

Pastikan semua bagian gudang yang rusak diperbaiki dengan baik untuk mencegah masuknya hama dari luar ke dalam gudang.

Screening biji atau Skrining biji

Keberhasilan perlindungan biji ditentukan oleh kualitas biji saat pertama kali akan disimpan di gudang. Proses skrining atau pengecekan kualitas biji harus dilakukan ketika biji pertama kali datang ke gudang dan akan disimpan.

Skrining biji atau Screening biji dilakukan untuk mengecek kualitas dan kondisi biji yang akan disimpan seperti kenampakan fisiknya apakah ada kerusakan atau kecacatan yang terlihat. Hindari biji yang memiliki kerusakan fisik karena hal tersebut dapat menjadi celah bagi kerusakan kualitas biji oleh hama dan juga mikroorganisme merugikan ketika biji disimpan nantinya.

Proses skrining biji juga tetap harus dilakukan setelah biji disimpan. Biji yang telah lolos skrining di awal, kemudian akan disimpan dan dilakukan skrining kembali setelah beberapa minggu dari waktu pertama kali penyimpanannya.

Kondisi biji yang mengalami perubahan seperti munculnya jamur yang terlihat dari ciri-ciri adanya warna hitam kelabu pada biji dan juga adanya bintik-bintik gelap pada biji harus diwaspadai karena biasanya ini merupakan tanda kerusakan mutu biji.

Waktu penyimpanan

Keberhasilan perlindungan biji (seed protection) juga ditentukan oleh waktu penyimpanan biji tersebut di dalam gudang. Biji pada dasarnya memiliki sifat mudah rusak dan akan mengalami penurunan mutu selama penyimpanan.

Waktu penyimpanan biji di gudang yang ideal biasanya adalah tidak lebih dari 6 bulan. Jika biji harus disimpan lebih dari 6 bulan, maka sebaiknya biji diberi perlakuan seperti penggunaan insektisida fumigan dan juga beberapa perlakuan untuk perawatan biji lainnya sehingga biji dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Pastikan menggunakan obat fumigan yang mengandung bahan aktif karbondioksida sehingga komoditi biji-bijian benih terjaga kesegarannya. Obat fumigan tersebut salah satu contohnya adalah Fumilikuid 2 GA karena selain mengandung CO2 juga memiliki kandungan PH3 (fosfin) berformulasi gas cair (liquid phosphine).

Leave a Comment