Jenis Burung Di Indonesia Yang Dilindungi keberadaannya

Indonesia terkenal dengan satwa liarnya, termasuk banyak jenis burung yang hidup di sana. Makhluk berwarna-warni dan unik ini dianggap dilindungi oleh pemerintah Indonesia.

Indonesia adalah negara tropis dengan jumlah ekosistem dan keanekaragaman hewan yang luar biasa. Indonesia dikenal dengan keanekaragaman jenis burungnya.

Data yang dipublikasikan BirdLife International menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan keempat dengan 1.720 spesies burung.

Indonesia memiliki jenis burung khas yang disebut endemik. Burung endemik di Indonesia hanya bisa ditemukan di negara kita tercinta. Ada 506 di antaranya.

Yang ini sedikit lebih kompleks. Ini masih terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, tetapi juga merupakan contoh gaya penulisan yang berbeda (lebih formal). Brand dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, menulis tentang burung yang terancam punah di Indonesia.

Tahukah Anda semua burung yang dilindungi di Indonesia? Dilansir dari situs pengicau.net, berikut kami merangkum berbagai informasi burung yang dilindungi keberadaannya.

Burung endemik adalah jenis burung yang hanya hidup di wilayah tertentu, seperti negara, benua, atau bahkan pulau.

Maka tak heran jika beberapa nama burung kita adalah nama pulau atau tempat.

Dari berbagai situs pengamatan burung, berikut ini adalah daftar burung paling umum di Indonesia yang harus Anda ketahui.

1. Cendrawasih Merah

Berbicara tentang satwa liar dari Papua, khususnya burung, tentu kita tidak bisa melewatkan burung cenderawasih merah (Paradisaea rubra).

Burung cendrawasih juga dikenal sebagai “burung cendrawasih” atau “burung cendrawasih” karena keindahan corak warnanya yang merupakan kombinasi warna coklat, kuning, putih, hijau, hitam, dan warna lainnya.

Cendrawasih merah adalah spesies langka dan endemik yang hidup di pulau Waigeo dan Batanta di Raja Ampat, Papua Barat.

Untuk waktu yang lama, piala telah terancam punah dan terancam punah. Hal ini disebabkan perburuan untuk bulu mereka untuk digunakan sebagai dekorasi.

2. Maleo Senkawor

Indonesia juga merupakan rumah bagi spesies burung endemik lainnya, maleo senkawor (Macrocephalon maleo). Ini adalah asli Sulawesi dan dapat ditemukan dalam jumlah kecil di pulau Buton.

Maleo memiliki mantel bermotif hitam dan merah-merah muda. Wajah, leher, dan bagian atas matanya berwarna agak oranye kekuningan. Bagian bawah tubuhnya berwarna merah muda kemerahan.

Tidak seperti jenis burung lainnya, maleo tidak mengerami telurnya. Burung dengan telur besar menguburnya di tanah.

Burung maleo diburu dan habitatnya dirusak, menjadi salah satu alasan utama mengapa burung megah ini terancam punah di alam liar.

3. Elang Jawa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan salah satu jenis burung pemangsa yang telah ditetapkan sebagai burung nasional Indonesia atau dikenal juga dengan nama garuda.

Burung Indonesia ini memiliki tubuh berukuran sedang dengan panjang sekitar 60 cm dari paruh hingga ujung ekor. Pada umumnya bulunya memiliki warna coklat, hitam, dan putih. Kepala berwarna kuning.

Sebagai burung endemik Indonesia, elang jawa hidup di hutan tropis di Jawa.

Elang Jawa adalah salah satu raptor yang paling terancam punah di alam liar. Perusakan habitat, populasi kecil, dan kesulitan mencari mangsa alami merupakan tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan spesies ini.

4. Jalak Bali

Meski burung kenari Bali dianggap sebagai burung yang baik untuk dipelihara, namun kini semakin sulit ditemukan di habitat aslinya yaitu di pulau Bali.

Gajah kerdil Kalimantan adalah spesies gajah berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 25 cm. Batangnya didominasi warna putih, dengan area biru di sekitar mata, dahi kuning, dan kaki keabu-abuan.

Jalak Bali yang terancam punah menghadapi kondisi yang semakin mengerikan di alam liar. Salah satu cara melestarikan spesies ini adalah dengan membangun pusat khusus untuk burung.

Jika Anda mencari lokasi yang unik dan menarik untuk liburan Anda berikutnya, tidak perlu mencari yang lain selain Bali. Anda bisa menemukannya di Taman Nasional Bali Barat, Pulau Nusa Penida, dan Yayasan Bengawan, Gianyar.

5. Sikatan Aceh

Pipit pohon Eurasia adalah spesies burung yang termasuk dalam keluarga flycatcher Dunia Lama. Ini umumnya dikenal sebagai burung kicau terbaik, Anda tahu?

Namun, burung tidak seberuntung itu. Di Aceh, Ruck’s wren (Cyornis ruckii) yang terancam punah dilindungi undang-undang, tetapi populasinya terus menurun.

Seperti namanya, coot sumatera terdapat di pulau sumatera khususnya di aceh dan sekitarnya.

Ifflet bertopi biru adalah burung kecil dengan tubuh hanya berukuran 17 cm. Biasanya laki-laki Aceh berwarna biru tua, sedangkan perempuan memiliki corak merah-cokelat.

Leave a Comment