Komponen biaya ekspor barang salah satunya mempunyai tujuan untuk memperluas pasar dan mendapatkan harga jual yang lebih baik. Semua pengusaha yang bergerak di sektor bisnis memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencari keuntungan atau laba. Keuntungan atau laba menjadi faktor dinamisator dan stabilitator untuk seluruh kalangan pelaku bisnis usaha. Seluruh tingkat mulai dari pengusaha kecil, menengah, hingga besar berlomba mencari laba.

Fungsi dari laba yaitu supaya bisnis bisa bertahan. Sehingga laba sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha. Salah satu cara meningkatkan laba dari bisnis adalah menekan biaya ekspor produk barang. Laba dari suatu bisnis dapat membantu perusahaan untuk melakukan perluasan dan diversifikasi usaha serta pula restrukturisasi usaha. Dengan begitu perusahaan akan selalu up to date dan mengikuti bagaimana perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini.

Dengan memperhatikan seluruh pengeluaran dari biaya ekspor, diharapkan para eksportir bisa menetapkan harga produk dengan baik. Adapun untuk relasi jangka panjangnya bisa terjalin dengan baik. Oleh karena itu, sebagai seorang pebisnis dan pelaku usaha yang akan melakukan ekspor produk dan barang, beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan sebelum menentukan harga jual produk barang.

Biaya harga pokok produksi (HPP)

Produk barang yang akan diekspor ke luar negeri bisa diproduksi sendiri atau juga bisa membeli dari suplier. Apabila pelaku UKM membeli produk dari suplier, maka biaya dari HPP dihitung berdasarkan biaya pembelian produk yang ditambah dengan biaya pengiriman hingga tiba di gudang.

Berbeda halnya apabila pelaku UKM memproduksi barang sendiri. HPP dihitung berdasarkan biaya produksi kemudian ditambah dengan biaya operasional pabrik. Nah berikut ini akan dibahas dua komponen tersebut.

  • Biaya produksi

Biaya produksi bisa dihitung total biaya dari bahan baku yang digunakan untuk produksi. Kemudian selanjutnya ditambah dengan bahan pendukung untuk produksi, dan gaji pekerja yang digunakan dalam memproduksi barang.

  • Biaya operasional pabrik

Biaya operasional pabrik bisa dihitung dari seluruh biaya yang terjadi di pabrik untuk produksi barang. Misalnya minyak, gas, listrik, mesin, dan biaya perawatan pabrik. Termasuk juga di dalamnya biaya penyusutan mesin dan peralatan.

Biaya pengemasan produk barang

Biaya dari pengemasan produk bisa dihitung mulai dari biaya sortasi atau pemilahan barang. Hal ini karena barang dari suplier maupun produksi sendiri yang tidak sama atau tidak seragam. Kemudian dihitung biaya pembelian kemasan, upah mengemas barang, hingga ongkos printing kemasan produk. Total seluruhnya disebut sebagai biaya pengemasan.

Biaya Mengurus Berkas Ekspor

Sebelum anda melakukan ekspor Indonesia ke Thailand pastinya anda perlu mengurus berkas bukan? Nah, Setiap kali ekspor, berkas yang diusur terkadang tidaklah sama, baik dari segi kuantitas, maupun nominal pembiayaan. Pastikan, ketika anda menetapkan sebuah harga produk ekspor, anda sudah memasukkan unsur yang meliputi cakupan biaya pemberkasan.

Biaya Asuransi

Asuransi menjadi penting tatkala produk yang akan dikirim memiliki resiko kerusakan yang tinggi. Lebih dari itu, ada juga yang mengasuransikan produknya karena khawatir akan hilang di perjalanan. Maka, dalam hal ini asuransi dari segi pembiayaan pun perlu dimasukkan ke dalam unsur penetapan biaya.

Selain asuransi barang, biasanya perihal ekspor, yang diasuransikan ialah pembayaran. Ya, hal ini berhubungan tentang keterkaitan barang ketika diterima dan pencairannya. Sebagai jaminan bahwa transaksi akan berjalan sebagaimana mestinya, maka asuransi pembayaran perlu dilakukan.

Itulah cara dalam menentukan harga produk ekspor berdasarkan pengeluaran atau pembiayaan proses eksportasi. Semakin jeli anda menghitung, maka semakin baik pula keuntungan yang didapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *